Materi AIJ

 Materi konsep Routing dinamis.

  • Menjelaskan konsep routing dinamis
  • Menjelaskan perintah dasar
  • Menentukan cara konfigurasi routing dinamis

Setelah mempraktikan, peserta didik akan dapat:

  • Melakukan konfigurasi routing dinamis
  • Menguji hasil konfigurasi routing dinamis
  • Membuat laporan konfigurasi routing dinamis

A. KONSEP DAN PRINSIP ROUTING DINAMIS

Routing dinamis adalah routing yang dilakukan oleh router dengan cara membuat jalur komunikasi data secara otomatis sesuai dengan pengaturan yang dibuat. Jika ada perubahan topologi di dalam jaringan, maka router akan otomatis membuat jalur routing yang baru. Routing dinamis ini berada pada lapisan network layer jaringan komputer dalam TCP/IP Protocol Suites.

Routing dinamis merupakan routing protocol yang digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah dilakukan daripada menggunakan routing statis dan default. Meskipun begitu, routing jenis ini terdapat perbedaan dalam pemrosesan data di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan.

Baca Juga : Definisi, Konsep, Pengertian, Jenis-Jenis, Prinsip, Cara Kerja dan Konfigurasi Routing

B. CARA KERJA ROUTING DINAMIS

Cara kerja routing dinamis yaitu Protokol Routing mengatur tiap Router sehingga dapat berkomunikasi antar Router satu dengan Router lainnya dan saling memberikan informasi dan juga tentunya informasi Routing yang dapat mengubah isi dari routing table, dengan kata lain Dynamic Routing adalah proses pengisian data pada Routing table secara otomatis.

  1. Kelebihan Routing Dinamis:
  • Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya.
  • Proses konfigurasi jaringan lebih cepat
  • Cocok digunakan untuk jaringan berskala besar/luas
  • Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem
  • Tidak perlu mengetahui semua network yang ada
  1. Kekurangan Routing Dinamis
  • Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbaharui Tabel Routing setiap saat ketika ada perubahan.
  • Beban CPU Router akan naik seiring dengan table routing yang banyak.
  • Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar
  • Keamanan jaringan berkurang dibanding routing static
  • Membutuhkan RAM yang lebih besar untuk menentukan jalur terbaik saat terjadi down

C. MACAM-MACAM ROUTING DINAMIS (DYNAMIC ROUTING)

  1. RIP (Routing Information Protocol)
    Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453).
  1. BGP (Border Gateway Protocol)
    Border Gateway Protocol disingkat BGP adalah inti dari protokol routing Internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan Internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari Internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan. BGP dijelaskan dalam RFC 4271. RFC 4276 menjelaskan implementasi report pada BGP-4, RFC 4277 menjelaskan hasil ujicoba penggunaan BGP-4. Ia bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan yg dapat dicapai antar Autonomous System (AS). 
  1. IGRP (Internal Gateway Routing Protocol)
    Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah vektor jarak routing yang interior protocol (IGP) yang dikembangkan oleh Cisco. Hal ini digunakan oleh router untuk bertukar routing yang data dalam suatu sistem otonom . IGRP adalah protokol proprietary . IGRP diciptakan pada bagian untuk mengatasi keterbatasan RIP (count hop maksimum hanya 15, dan routing tunggal metrik) bila digunakan dalam jaringan yang besar.
  1. EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protocol)
    Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) adalah lanjutan jarak-vector routing protokol yang digunakan pada jaringan komputer untuk mengotomatisasi routing yang keputusan dan konfigurasi. Protokol ini dirancang oleh Cisco Systems sebagai protokol proprietary, hanya tersedia pada router Cisco. Fungsi parsial dari EIGRP dikonversi menjadi sebuah standar terbuka pada tahun 2013 dan diterbitkan dengan statusnya informasi sebagai RFC 7868 pada tahun 2016.
  1. OSPF (Open Shortest Path First)
    Open Shortest Path First (OSPF) adalah routing protocol untuk Internet Protocol (IP) jaringan. Ini menggunakan link state routing yang algoritma (LSR) dan jatuh ke dalam kelompok protokol routing interior , yang beroperasi dalam satu sistem otonom (AS). Hal ini didefinisikan sebagai OSPF Versi 2 di RFC 2328 (1998) untuk IPv4 . Update untuk IPv6 ditetapkan sebagai OSPF Versi 3 di RFC 5340 (2008).

Baca Juga : Definisi atau Pengertian Router, Fungsi Router, Cara Kerja Router dan Jenis-Jenis Router

D. KONFIGURASI ROUTING DINAMIS

Berikut ini contoh konfigurasi routing dinamis rip menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer atau Cisco Packet Tracer Mobile :

  1. Pastikan aplikasi Cisco Packet Tracer telah terpasang dan silakan buka aplikasi tersebut.
  2. Buat topologi sesuai yang di inginkan dan tentukan IP Address yang akan dipakai, contoh :

Keterangan gambar :

Alat 
-> Router     : gunakan router “Generic” pada cisco packet trace
-> Pc/Client : gunakan “PC” atau “Laptop” biasa pada cisco packet tracer

Kabel

-> Router – Router : kabel serial DTE
-> Router – PC       : kabel Crossover

Port
-> Router – Router : Port serial
-> Router – PC       : Port FastEthernet

Catatan :
Router 0 – Router 1 : Port Serial 2/0
Router 1 – Router 2 : Port Serial 3/0
Router 0, 1, 2 – PC 0, 1, 2 : Port FastEthernet 0/0

  1. Setting dahulu port fastethernet dan port serial dengan mengisi IP Address pada masing-masing port dengan menggunakan CLI pada router.

Router 0 :
FastEthernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 200.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 2/0            :
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 20.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router 1 :
FastEthernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 200.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 2/0            :
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 20.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 3/0            :
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 21.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router 2 :
FastEthernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 200.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 3/0            :
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 21.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Keterangan :

-> Perintah #en / enable      : untuk mengaktifkan router
-> Perintah #conf t : untuk konfigurasi terminal pada router
-> Perintah #int fa        : untuk mengkonfigurasi port fast ethernet
-> Perintah #int s        : untuk mengkonfigurasi port serial
-> Perintah #ip add      : untuk menambakan alamat IP 
-> Perintah #no shutdown   : untuk menghidupkan port 
-> Perintah #ex / exit          : untuk keluar dari konfigurasi

  1. Setelah selesai setting ip address pada setiap router maka tampilanya akan seperti dibawah ini :


Titik-titik merah pada setiap port akan berubah menjadi hijau (port nyala) jika konfigurasi diatas berhasil ( perintah #no shutdown : menghidupkan port).
Selanjutnya setting IP Address pada masing-masing PC ( PC 0, 1, 2) :
IP Address : masukkan IP Address yang sekelas dengan IP Address FastEthernet (gateway) pada Router masing-masing
Subnet Mask : masukkan subnet mask kelas C jika menggunakan IP kelas C
Gateway : masukkan IP pada FastEthernet (gateway) masing-masing Router

  1. Setelah selesai setting IP Address masing-masing PC, selanjutnya sobat setting IP Route ( Dinamis/RIP) pada CLI Router atau yang biasa disebut dengan proses Routing Dinamis.

Pada tahap ini sangat diperlukan sekali ketelitian, jangan ada sedikitpun kesalahan pengisian jalur ip, karena apabila salah sedikit saja, dipastikan jaringan tidak akan saling terhubung.

Selanjutnya kita masuk pada tahap terakhir yaitu konfigurasi routing dinamis nya (RIP) :

Network  : Pada RIP diisi dengan IP FastEthernet dan Serial yang ada didalam router itu sendiri dengan host terkecil yaitu dengan 0. 

Misalnya : Di Router 0 terdapat 2 IP : 
fa0/0 : 200.168.1.1 lalu diisi dengan 200.168.1.0
s2/0  : 20.1.1.1 lalu diisi dengan 20.1.1.0

Setting IP Route Dinamis:

Router 0 :
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 200.168.1.0
Router(config-router)#network 20.1.1.0

Router 1 :
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 20.1.1.0
Router(config-router)#network 200.168.2.0 Router(config-router)#network 21.1.1.0

Router 2 :
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 200.168.3.0
Router(config-router)#network 21.1.1.0

  1. Setelah semuanya selesai sekarang kita tes dengan PING pada PC.
    Buka menu “Command Prompt” lalu ketikan perintah “ping (ip tujuan)” atau bisa langsung mencoba kirim pesan gambar amplop dari satu pc ke pc yang lainnya, sampai disini harusnya semua pc dan router sudah dapat saling terhubung. Selesai.

contoh soal routing dinamis.

1. komputer yang bertugas menyimpan informasi halaman web yang pernah diakses sebelumnya adalah ….
A. Router
B. Name server
C. Proxy server*
D. Databse server
E. Web server

2. Teks perintah untu k melihat tabel routing pada Windows adalah….
A. Router – n
B. Router – m
C. Router – a
D. Router – print*
E. Router – d

3. Cara mengkonfigurasi IP Address di windowsXP melalui menu ….
A. Control panel*
B. Device manager
C. Commad prompt
D. Task manager
E. Disk management

4. Suatu mekanisme routing yang tergantung pada tabel routing dengan konfigurasi manual disebut ….
A. NIC
B. IPV4
C. Routing
D. Routing statis*
E. Routing dinamis

5. Jenis routing yang mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi jaringan dikenal dengan istilah routing ….
A. Multipath
B. Statis
C. Dinamis*
D. Interdomain
E. intradomain

6. CLI adalah kepanjangan dari….
A. Command line interfaces*
B. Comic line interfaces
C. Command LAN interfaces
D. Command LAN internet
E. Cisco line interfaces

7. Suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table (table routing) dengan konfigurasu manual, disebut dengan ….
A. Ipv6
B. Ipv4
C. Static router*
D. NIC
E. Dinamik routing

8. Alat yang berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan dengan segmen yang berbeda adalah ….
A. Switch
B. Hub
C. Access
D. Repeater
E. Router*

9. Sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol internet versi 6 disebut dengan ….
A. Static routing
B. Komputer
C. Dnamic routing
D. IPv6*
E. Ipv4

10. Komputer yang memiliki lebih dari 1 NIC (Network Interface Card) disebut dengan ….
A. Dinamik routing
B. PC- multihomed*
C. IPv4
D. NIC
E. Static router

Mengklasifikasikan jenis routing dinamis.

Macam-macam Routing dynamis :

  • RIP (Routing Information Protocol)
  • IGRP (Internal Gateway Routing Protocol)
  • OSPF (Open Shortest Path First)
  • EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protocol)
  • BGP (Border Gateway Protocol)


Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secam statis ke router lain. Seorang administrator memilih suatu protokol routing dinamis berdasarkan keadaan topologi jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan, bandwidth yang tersedia, proses power dalam router, merek maupun model dari router, dan protokol yang digunakan dalam jaringan. Routing adalah proses di mana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Kemudian, agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan.

Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator mengonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual. Apabila routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus Memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi.

Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing. Oleh karena itu, routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sementara itu, routing dinamis biasanya diterapkan di jarngan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari adminadministrator.

Jadi kesimpulannya Routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya. Dengan kata lain, fungsi routing yaitu menghubungkan suatu jaringan yang berbeda segmen agar bisa mengirim paket data (saling berkomunikasi).

Berdasarkan pengiriman paket data, routing dibedakan menjadi dua yaitu routing langsung dan routing tidak langsung.

  1. Routing langsung merupakan sebuah pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan tanpa melalui host lain. Contoh: sebuah komputer dengan alamat 192.160.1.3 mengirimkan data ke komputer dengan alamat 192.160. 1.4.
  2. Routing tidak langsung merupakan sebuah pengalamatan yang harus melalui alamat host lain sebelum menuju alamat host tujuan. Contoh: komputer dengan alamat 192.160.1.3 mengirim data ke komputer dengan alamat 192.160.1.4, akan tetapi sebelum menuju ke komputer dengan alamat 192.160.1.4, data dikirim terlebih dahulu melalui host dengan alamat 192.160.1.5, kemudian dilanjutkan ke alamat host tujuan.

Prinsip dan Cara Kerja Routing

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (lapisan jaringan seperti Internet Protocol/IP) dari stack protokol tujuh lapis OSI.

Fungsi utama router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah router memiliki kemampuan routing, artinya router secara cerdas dapat mengetahui ke mana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan. Artinya, apakah ditujukan untuk host lain pada satu network yang sama ataukah berada di network berbeda.

Apabila paket-paket ditujukan untuk host pada network lain, maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network, maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

Ilustrasi cara kerja router ini dapat dilihat pada gambar di berikut ini :

Pada gambar di atas terdapat 2 buah network yang terhubung dengan sebuah router. Network sebelah kiri yang terhubung ke port 1 router mempunyai alamat network 192.160.1.0 dan network sebelah kanan terhubung ke port 2 dari router dengan network address 192.165.2.0.

1) Komputer A mengirim data ke komputer C, maka router tidak akan meneruskan data tersebut ke network lain.

2) Begitu pula ketika komputer F mengirim data ke E, router tidak akan meneruskan paket data ke network lain.

3) Barulah ketika komputer F mengirimkan data ke komputer B, maka router akan meneruskan paket data tersebut ke komputer B.

Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan) dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data link) dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.

Router digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berbeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX). Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan. Selain itu, dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju.

Baca Juga : Definisi, Konsep, Pengertian, Jenis-Jenis, Prinsip, Cara Kerja dan Konfigurasi Routing

Perbedaan antara Routing dan Router

Routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya. Sedangkan Router adalah perngakat keras dalam jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang mempunyai protocol sama. Dengan kata lain routing itu konfigurasinya (berupa perangkat lunaknya) sedangkan router adalah alatnya (perangkat kerasnya).

Jenis-jenis Konfigurasi Routing

Routing memiliki 3 jenis konfigurasi yaitu :

  1. Minimal Routing yaitu proses routing sederhana pada area lokal saja.
  2. Static Routing adalah routing yang dilakukan secara manual oleh admin jaringan. Routing static merupakan routing yang paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik yaitu berarti mengisi setiap entri pada forwarding table di setiap router yang berada didalam jaringan.
  3. Dynamic Routing adalah routing yang dilakukan secara otomatis oleh sebuah router. Router membuat table routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan dengan router lainnya. Dynamic routing merubah isi table routing secara otomatis tergantung dari keadaan jaringan. Dengan kata lain, router akan mengetahui keadaan terakhir dalam jaringan dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Kesimpulannya, Routing dinamik adalah pengisian data routing secara otomatis pada table routing. Dynamic Router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah jaringan ke jaringan lainnya. Dalam dinamik router, Admin hanya menentukan bagaimana router mempelajari paket, otomatis router akan mempelajarinya sendiri. Rute pada dinamik routing akan berubah sesuai dengan yang dipelajari oleh router. Dynamic routing digunakan apabila jaringan memiliki lebih dari satu rute untuk tujuan yang sama. Dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protocol routing. Protocol ini digunakan untuk mengikuti perubahan kondisi pada suatu jaringan. Protocol routing didesain tidak hanya untuk rute backup jika rute utama tidak berhasil,  tapi juga untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk ke tujuan.

Menjelaskan perintah dasar pada routing dinamis.

Apa yang menjadi dasar routing dinamis?
KONSEP DAN PRINSIP ROUTING DINAMISRouting dinamis adalah routing yang dilakukan oleh router dengan cara membuat jalur komunikasi data secara otomatis sesuai dengan pengaturan yang dibuat. Jika ada perubahan topologi di dalam jaringan, maka router akan otomatis membuat jalur routing yang baru.

contoh soal firewall.

router > enable

2. router #show?

"Router #show?" Perintah digunakan untuk melihat daftar perintah yang tersedia untuk eksekusi.

3. router #show running-config

4. router #show startup-config

5. router #copy running-config startup-config

6. router #erase startup-config

7. router #copy running-config tftp

8. router #show users

9. router #show arp

10. router #show history.


Menentukan cara pemeriksaan permasalahan pada routing dinamis.


routing dinamis adalah router yang merutekan jalur yang di bentuk secara otomatis oleh router itu sendiri sesuai dengan konfigurasi yang dibuat.maaf kalau salah

1.Suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan desebut dengan ….
A. routing*
B. IPv4
C. Static router
D. PC-multihomed
E. Dinamik routing

2. Alamat IPv6 unicast dapat diimplentasikan dalam berbagai jenis alamat, kecuali alamat ….
A. Unicast global
B. Unicast loopback
C. Multicast*
D. Unicast 6to4
E. Unicast link-local

3. Yang digunakan oleh host-host dalam subnet yang sama, disebut dengan …
A. IPv4
B. IPv6
C. Static routing
D. Unicast link-local address*
E. Unicast site-local address

4. Protokol yang memberikan alamat atau identitas logika untuk peralatan di jaringan disebut dengan ….
A. IP*
B. NIC
C. NOS
D. Routing static
E. komputer

5. meringankan kinerja processor router adalah keuntungan menggunakan….
A. Router
B. Router dinamic
C. Router static*
D. Processor
E. parameter

6. angka yang digunakan sebagai indikasi penggunaan router sehingga menjadi router yang terbaik di antara banyak router dengan tujuan yang sama bisa dipilih disebut dengan ….
A. Next-hop
B. Metric*
C. Interface
D. Connection
E. Destination

7. Dibawah ini manakah yang bukan termasuk keuntungan routing statis ….
A. Meringankan kinerja processor router
B. Tidak ada bandwitdh yang digunakan untuk pertukaran informasi
C. Harus mengetahui semua informasi dari router*
D. Routing statis lebih aman dibandingkan eouting dinamis
E. Routing statis kebal dari segala usaha hacker

8. Routing static digunakan untuk ….
A. Melewatkan paket data*
B. Melewatkan link data
C. Melewatkan IP address
D. Melewatakan switch
E. Melewatkan trafik

9. Dibawah ini manakah perintah untuk masuk privileged ….
A. Router>
B. Router#
C. Router(config)
D. Router>enable*
E. Router#config termina

10. Datagram yang dapat dicapai melalui antarmuka adalah pengertian …
A. Router
B. Distance
C. HUB
D. IP
E. Gateway*


Letak permasalahan pada routing dinamis.

konsep dan konfigurasinya. Pada saat administrator jaringan melakukan konfigurasi dengan

baik, bisa jadi ada PC yang ternyata tidak dapat melakukan konektivitas dengan baik, ketika

di ping alamat IP nya tidak menjawab Reply TTL. Bagaimana agar seorang administrator
jaringan mengatasinya? Pada materi ini akan dibahas bagaimana mengidentifikasi
permasalahan routing dinamis, cara memperbaiki dan menguji sehingga tepat secara
menyeluruh konfigurasi routing dinamis berhasil

B. Tujuan Pembelajaran
1. Pengetahuan
a. Produk
1) Setelah mempelajari materi ajar, peserta didik dapat mengidentifikasi
permasalahan routing dinamis dengan mengerjakan soal terkait di LP3
minimal nilai sama dengan KKM
2) Setelah mempelajari materi ajar, peserta didik dapat menjelaskan konsep cara
pemeriksaan permasalahan pada routing dengan mengerjakan soal terkait di
LP3 minimal nilai sama dengan KKM
b. Proses
1) Peserta didik diharapkan dapat menjelaskan langkah mendeteksi letak
permasalahan pada routing dinamis pada aplikasi cisco packet tracer dengan

mengerjakan evaluasi yang terkait pada LP.4 dengan nilai minimal sama
dengan KKM
2) Peserta didik diharapkan dapat memutuskan langkah perbaikan permasalahan
routing dinamis pada aplikasi cisco packet tracer dengan mengerjakan evaluasi
yang terkait pada LP.4 dengan nilai minimal sama dengan KKM

2. Keterampilan
1) Melalui analisis permasalahan, peserta didik dapat memperbaiki permasalahan
routing dinamis pada aplikasi Cisco Packet Tracer dengan mengerjakan

evaluasi yang terkait pada LP.5 dengan nilai minimal sama dengan KKM

2) Melalui perbaikan permasalahan, peserta didik dapat menguji hasil perbaikan
konfigurasi routing dinamis pada aplikasi Cisco Packet Tracer dengan
mengerjakan evaluasi yang terkait pada LP.5 dengan nilai minimal sama
dengan KKM

C. Uraian Materi
Materi yang akan dibahas adalah :

Konfigurasi
Routing
dinamis

Terhubung Tidak terhubung

Pengujian Identifikasi
masalah

Perbaikan Pemeriksaan

Gambar 1.1 Peta konsep materi ajar

1) Konsep routing dinamis
Pada materi sebelumnya sudah dibahas mengenai routing dinamis.

Mengingatkan kembali bahwa routing dinamis (Dynamic Routing) adalah router yang

memiliki kemampuan untuk membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu
lintas jaringan dan router yang terhubung. Routing dinamis ini kebalikan dari routing
statis yang semuanya harus dilakukan secara manual. Protokol routing akan mengatur
router secara otomatis sehingga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya dengan
saling memberikan informasi antar router

Routing dinamis mempelajari sendiri arah dari rute yang terbaik untuk
meneruskan paket dari satu network menuju network lainnya. Administrator tidak

bisa menentukan rute mana yang harus dilewati, melainkan semuanya sudah secara
otomatis berjalan
2). Permasalahan routing dinamis

Gambar 1.2 Topologi jaringan routing dinamis
Ketika konfigurasi routing dinamis sudah dilakukan, tetapi PC Client tidak
saling terhubung antar jaringan, berarti ada permasalahan yang terjadi. Identifikasi

masalah dapat dilakukan dengan mengecek kembali konfigurasi routing dinamis.
Pada aplikasi Cisco Packet Tracer, untuk melakukan pemeriksaan konfigurasi
routing dapat menggunakan perintah show ip potocol.

Gambar 1.3 Hasil pemeriksaan konfigurasi routing dinamis sudah tepat
Perhatikan pada bagian yang diberi tanda kotak, kondisi tersebut menunjukkan
network yang ada pada routing dinamis RIP di Router RPL yang berjumlah 2. Hal ini
sesuai dengan topologi fisik yang terhubung langsung ke router RPL juga ada 2.

Kondisi berbeda jika ada permasalahan pada routing dinamis, seperti pada gambar
berikut :

Gambar 1.4 Hasil pemeriksaan konfigurasi routing dinamis yang bermasalah

Pada gambar tersebut terlihat bahwa hanya terdapat 1 Network saja pada hasil
pemeriksaan konfigurasi routing dinamis.

Pemeriksaan permasalahan pada routing dinamis dapat dilakukan pada setiap
router sehingga akan ditemukan dimana letak permasalahannya. Jika sudah ditemukan

letak permasalahannya, maka tidak perlu membangun ulang jaringan dari awal, cukup
melakukan konfigurasi ulang pada router yang bermasalah.

Permasalahan lain yang mungkin muncul jika ternyata setelah dilakukan
perbaikan, PC client setiap jaringan tidak dapat saling terhubung. Jika hal ini terjadi
maka perlu pemeriksaan lebih lanjut yang dapat dilakukan dengan;
a. Pengecekan table routing, apakah sudah tepat atau belum
b. Pengecekan IP Gateway masing-masing Client
c. Pengecekan konektivitas kabel
d. Pengecekan perangkat

D. Rangkuman
Routing dinamis merupakan teknik pengaturan routing dimana administrator jaringan

tidak perlu menentukan rute tau jalur yang akan dilewati. Administrator cukup
menginputkan network dari jaringan yang langsung terhubung kepada router tersebut.
Router akan secara otomatis membuat rutenya sendiri. Untuk memeriksa konfigurasi
routing dinamis dapat dilakukan dengan perintah show ip protocol.

E. Tes Formatif
Pilihlah pada jawaban yang tepat !
1. Konsep routing dinamis yang berbeda dengan routing dinamis adalah…
a. Rute atau jalur dipetakan manual oleh administrator
b. Setting IP Next Hop
c. Tidak perlu setting IP Next Hop
d. Benar semua
e. Salah semua
2. Perintah CLI yang cocok untuk menambahkan memeriksa konfigurasi routing
dinamis adalah….
a. show route
b. show route ip
c. show ip
d. show ip route
e. show ip protocol
3. Jika hasil pemeriksaan konfigurasi routing terdapat permasalahan routing dinamis
yang belum tepat, maka langkah yang perlu dilakukan adalah…
a. Konfigurasi ulang routing dari awal
b. Konfigurasi ulang routing statis dari router yang bermasalah
c. Konfigurasi IP gateway pada client
d. Cek konektivitas kabel
e. Cek perangkat
4. IP Gateway
a. IP address router
b. IP client
c. IP address yang ada pada router lain
d. Network dari IP address yang ada pada router lain

e. Network dari IP address yang ada pada router sendiri
5. .Perintah untuk menguji koneksi jaringan adalah….

a. pink
b. ping
c. ipconfig
d. msconfig
e. show ip

Memperbaiki permasalahan pada routing dinamis.

Routing adalah mekanisme di mana sebuah mesin bisa menemukan untuk kemudian berhubungan dengan mesin lain. Diperlukan sebuah proses routing atau secara mudah router dapat dikatakan, menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda tepatnya mengarahkan rute yang terbaik untuk mencapai network yang diharapkan. Dalam implementasinya, router sering dipakai untuk menghubungkan jaringan antar lembaga atau perusahaan yang masing-masing telah memiliki jaringan dengan network id yang berbeda. Contoh lainnya yang saat ini populer adalah ketika suatu perusahaan akan terhubung ke internet. Maka router akan berfungsi mengalirkan paket data dari perusahaan tersebut ke lembaga lain melalui internet, sudah tentu nomor jaringan perusahaan tersebut akan berebeda dengan perusahaan yang dituju.
Berikut ini adalah langkah kerjanya:
  1. Buatlah simulasi seperti gambar diatas.
  2. Buka Router1 kemudian ubah hostname dengan cara ketikan system identity set name=NamaHostnameNYA. Misalnya: 
    system identity set name=Fatakhul8  
  3. Lalu konfigurasi networknya untuk ether1 adalah adapter yang menghubungkan router dengan client1 sedangkan ether2 adalah adapter yang menghubungkan router1 dengan router2.
    ip address add interface=ether1 address=10.8.17.1/29
    ip address add interface=ether1 address=20.8.17.1/24 
  4. Selanjutnya Buka Router2 kemudian ubah hostname dengan cara ketikan system identity set name=NamaHostnameNYA. Misalnya: 
    system identity set name=Bastian17
  5.   Setelah itu konfigurasi networknya untuk ether1 adalah adapter yang menghubungkan router dengan client2 sedangkan ether2 adalah adapter yang menghubungkan router2 dengan router1.
    ip address add interface=ether1 address=11.8.17.1/29
    ip address add interface=ether1 address=20.8.17.2/24 
  6. Konfigurasi untuk adapter yang menghubungkan router1 dengan router2.
    routing rip interface add interface=ether2 send=v1 receive=v1
    “untuk interface menyesuaikan”
  7. Konfigurasi untuk adapter yang menghubungkan router2 dengan router1.
    routing rip interface add interface=ether2 send=v1 receive=v1
    “untuk interface menyesuaikan”
  8. Langkah Routing RIP pada router1.routing rip network add network=10.8.17.0/29 
    routing rip network add network=20.8.17.0/24
  9.   Langkah Routing RIP pada router2.
    routing rip network add network=11.8.17.0/29routing rip network addnetwork=20.8.17.0/24 
  10.   Untuk melihat table routing.
    ip route print 
  11. Isikan IP pada Client1 windows XP yang terhubung dengan Router1.
    Win XP = 10.8.17.5/29
    Gateway = 10.8.17.1
  12. Isikan IP pada Client2 windows 7 yang terhubung dengan Router2.Win XP = 11.8.17.4/29
    Gateway = 11.8.17.1
  13. Test Ping Clinet1 ke Client2 atau Win XP ke Win 7 begitupun sebaliknya.

menguji hasil perbaikan konfigurasi routing dinamis.


Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:
1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
2) Pengujian konektifitas jaringan
3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
dilakukan
Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:
 
1. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak
b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,
c) Pemasangan konektor tidak longgar
d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.
Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.
 
2. Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.
Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.
Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.
Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL  (IP Configuration)
IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan  pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE.
Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7
b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73
d) IP Addres adalah 10.1.1.7
e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi.
Perintah ping  untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke  IP Address telah berjalan dengan baik.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya.
Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan  lalu klik sharing.
Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak.
Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki.


Menjelaskan konsep firewali pada jaringan.


Firewall merupakan sistem keamanan jaringan komputer yang berfungsi untuk melindungi komputer dari berbagai macam serangan komputer luar. Dengan adanya firewall, dapat dipastikan bahwa data pada komputer atau server web yang terhubung tidak akan bisa diakses oleh siapapun di Internet.

Apa itu Firewall

Menurut definisinya, firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang mampu melindungi dari serangan virus, malware, spam, dan serangan jenis yang lainnya. Dapat dikatakan juga bahwa, firewall merupakan perangkat lunak untuk mencegah akses yang dianggap ilegal atau tidak sah dari jaringan pribadi (private network).

Sehingga, tugas utama dari adanya firewall sendiri adalah untuk melakukan monitoring dan mengontrol semua akses masuk atau keluar koneksi jaringan berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan. 

Namun, masih terdapat beberapa orang atau user yang belum aware dengan adanya sistem ini dan cenderung mengabaikan dari sistem keamanan pada jaringan komputer. Selain itu, firewall juga mempunyai peranan penting dalam menjaga keamanan lalu lintas pada jaringan internet yang terhubung dengan perangkat komputer anda.

Pentingkah Firewall?

Pentingkah penggunaan dari firewall? Pertanyaan tersebut akan muncul ketika perangkat anda belum pernah dampak cukup signifikan dari adanya sebuah virus atau malware. Ketika ada sebuah koneksi ilegal atau lalu lintas yang mencurigakan masuk ke dalam perangkat jaringan komputer anda, maka masalah tersebut akan semakin menjadi rumit dan pelik.

Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi anda untuk terus mengaktifkan perlindungan awal dengan menggunakan firewall system untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Alasan yang berikutnya, dengan adanya firewall juga sangat membantu untuk terhindar dari praktik pencurian data, penyalahgunaan informasi, ataupun kebocoran rahasia perusahaan.

Nah, semua hal tersebut dapat diselesaikan dengan menerapkan sistem keamanan komputer atau lebih dikenal dengan istilah cyber security. Salah satu komponen dalam keamanan komputer sendiri adalah dengan mengaktifkan layanan dari firewall untuk tetap terhubung setiap waktu.

Fungsi Adanya Firewall

Terdapat banyak sekali keunggulan dan fitur yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna agar tetap aman dalam mengakses halaman situs. Berikut ini merupakan beberapa fungsi utama dari penerapan firewall pada perangkat anda.

1. Melindungi Data dari Serangan Hacker

Pertama, jika anda sering mengakses internet dan tidak mengontrol aktivitas lalu lintas anda. Maka, semakin besar peluang anda untuk terkena peretasan data yang dilakukan oleh hacker untuk mendapatkan informasi penting yang anda miliki. 

Untuk dapat mencegah terjadinya hal tersebut, maka anda perlu untuk selalu mengaktifkan sistem perlindungan dari firewall agar anda tetap dapat berselancar di internet dengan nyaman dan aman.


Contoh soal firewall.

1. Berikut ini pengertian dari firewall adalah..
a. Sebuah software program yang dipasang pada sebuah jaringan dan bertugas memproteksi sistem computer dengan tujuan mengamankan jaringan internal *
b. Sebuah sistem yang terjadi karena faktor ketidaksengajaan yang dilakukan oleh administrator

c. Suatu signaling protokol pada layer aplikasi yang berfungsi untuk membangun, memodifikasi, dan mengakhiri suatu sesi multimedia melibatkan satu atau beberapa pengguna
d. Sebuah peristiwa yang terjadi antara client dan server yang terdiri dari semua pesan dari permintaan pertama yang dikirim dari client ke server sampai akhir (non-1xx) respons yang dikirim dari server lain
e. Sebuah alat yang berfungsi untuk mengkontrol masuk panggilan, pemanggilan signal, dan manajemen bandwidth sebagai lokasi kerja sama unit

2. Port berapakah yang digunakan Packet Filtering Gateway untuk memfilter paket dari luar jaringan?
a. 60
b. 90
c. 80 *
d. 70
e. 1000

3. Berikut adalah fungsi dari firewall, yaitu..
a. Penghubung antara 2 jaringan yang berbeda
b. Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan *
c. Penghubung antara 2 jaringan ke internet menggunakan 1 IP
d. Program yang melakukan request terhadap konten dari internet/intranet
e. Mengubungkan antar computer dengan menggunakan IP Address

4. Jenis-jenis firewall, kecuali..
a. Circuit Level Gateway
b. Statefull Multilayer Inspection Firewall
c. Packet Filtering Gateway
d. Application Layer Gateway
e. Social Media *

5. Berikut ini yang termasuk dari gangguan jaringan, kecuali..
a. Pencurian hak akses

b. Penyusupan
c. Tidak ada jaringan (signal)
d. Berbagi sumber daya *
e. Penyalah gunaan data

6. Firewall ini merupakan penggabungan dari ketiga firewall sebelumnya, dan merupakan firewall yang memberikan fitur terbanyak dan memberikan tingkat keamanan yang paling tinggi, disebut..
a. Circuit Level Gateway
b. Statefull Multilayer Inspection Firewall *
c. Packet Filtering Gateway
d. Application Layer Gateway
e. Social Media

7. Suatu asset dari seuatu sistem diserang sehingga tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang disebut..
a. Modification
b. Interruption *
c. Fabrication
d. Interception
e. Hacking

 8.Berdasarkan gambar di atas menjelaskan tentang..

a. Manajemen jaringan *
b. Filtering and blocking
c. Proxy firewall
d. Lapisan proses packet filtering gateway
e. Multiplexing

9. Perubahan terhadap tampilan suatu website secara illegal disebut..
a. Carding
b. Deface *
c. Physing
d. Hacking
e. Trial

10. Berikut ini yang merupakan fitur utama personal firewall adalah..
a. Statefull firewall *
b. NAT firewall
c. Circuit Level Gateway
d. Packet Filtering Gateway
e. Application Level Gateway

menguji hasil perbaikan konfigurasi routing dinamis.

Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC

Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:
1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
2) Pengujian konektifitas jaringan
3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
dilakukan
Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:
 
1. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak
b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,
c) Pemasangan konektor tidak longgar
d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.
Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.
 
2. Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.
Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.
Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.
Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL  (IP Configuration)
IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan  pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE.
Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7
b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73
d) IP Addres adalah 10.1.1.7
e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi.
Perintah ping  untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke  IP Address telah berjalan dengan baik.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya.
Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan  lalu klik sharing.
Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak.
Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki.

Contoh soal firewall.


1. Berikut ini adaah interface antar jaringan dan software aplikasi pada Application Layer Gateway, kecuali..
a. HTTP
b. FTP
c. WWW
d. URL *
e. SMTP

2. Sebuah proses kegiatan yang digunakan untuk memodifikasi kualitas layanan bit paket TCP sebelum mengalami proses routing disebut..
a. Translasi alamat jaringan
b. Filter paket
c. Informasi
d. Register
e. Modifikasi header paket *

3.

Berdasarkan gambar di samping menjelaskan tentang..
a. Manajemen jaringan
b. Private addressing
c. Multiplexing
d. Arsitektur segmentasi jaringan *
e. Penyaringan ACL

4. Teknologi firewall yang benar adalah..
a. Kendali terhadap konten
b. Kendali terhadap tinjauan
c. Kendali terhadap layanan *
d. Kendali terhadap data
e. Kendali terhadap kesiapan

5. Syarat merancang firewall pada jaringan VoIP yang baik seperti pada point-point di bawah ini, kecuali..
a. Mengidentifikasi, memprioritaskan dan mengkategorikan jenis data dan informasi *
b. Mengelola dan mengurangi serangan
c. Meminimalkan dampak dari serangan
d. Mengidentifikasi serangan dan meminimalkan peluang untuk serangan
e. Mengidentifikasi ancaman yang berlaku

6. Seseorang yang dapat menemukan kelemahan pada jaringan computer disebut..
a. Program
b. Hacking
c. Administrator
d. Programmer
e. Hacker *

7. Jika computer anda berhubungan dengan computer dan perlatan-peralatan lain sehingga membentuk suatu grup, maka ini disebut dengan..
a. Jaringan *
b. LAN
c. Stand Alone
d. WAN
e. Website

8. Suatu metode untuk melakukan penipuan dengan mengelabui target dengan maksud untuk mencuri akun target disebut..
a. Carding
b. Haking
c. Hacker
d. Physing *
e. Carding

9. Berikut ini yang tidak termasuk dalam tujuan keamanan jaringan adalah..
a. Security *
b. Authentication
c. Integrity
d. Confidentiality
e. Availability

10. Berdasarkan gambar di bawah menjelaskan tentang..


a. Manajemen jaringan
b. Private addressing *
c. Multiplexing
d. Proxy firewall
e. Penyaringan ACL






Komentar